Dari Abu Huarairah..Aisyah berkata:
"AKU TIDAK PERNAH MERASA CEMBURU KEPADA SEORANG WANITA SEBESAR RASA CEMBURUKU PADA KHADIJAH.AKU TIDAK PERNAH MELIHATNYA..TETAPI RASULULLAH SERING MENYEBUT DAN MENGINGATNYA"
Ketika menyembelih seekor kambing...beliau memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkan kepada sahabat-sahabat khadijah.Aku pernah berkata kepada Rasulullah...
" Seperti tidak ada wanita lain didunia ini selain khadijah"
"Rasulullah menjawab..khadijah itu begini..dan begitu..dan dari dialah aku memperoleh anak..."
(HR.Bukhari..Muslim..Tirmidzi..dan Baghawi)
Subhanallah..begitu detail Aisyah..isteri Rasulullah yang jelita menceritakan rasa cemburunya.
Dan itu di ungkapkannya kepada semua Orang yang berniat mendengarkan kisah tauladan dan perasaan yang di alami Aisyah.
Bagaimana bisa seOrang wanita menceritakan rasa cemburunya .. kejadian demi kejadian yang secara jujur pasti menyakitkan dan membuat hati serasa terhiris pisau.
Namun Aisyah dengan cara yang sangat prOfessiOnal ternyata mampu mengatasi itu semua..
Serta menceritakan semua kejadian dan perasaan yang di alaminya untuk dijadikan ibrah..atau pelajaran bagi siapa saja yang mendengarkan bahkan sampai beratus tahun kemudian.
Aisyah akan terus bercerita tentang kisah hidup rumah tangganya berulang kali sampai sekarang...seakan-akan apa yang di alami baru beberapa hari yang lalu terjadi.Sehingga kitapun seakan hadir pada waktu peristiwa itu terjadi.Subhanallah..demikian indah beliau menggambarkan perasaanya yang secara fitrah pasti tidak enak...karena sikap professionalnya yang di landasi keimanan yang tinggi.
Ya..Aisyah demikian professional dalam menjalankan tanggung jawab sebagi isteri terdekat Rasul yang meriwayatkan berbagai hadist..untuk dijadikan hikmah bagi umat.Aisyah mampu mengelola rasa cemburunya sehingga rasa cemburu itu dikemas dengan indah sehingga menjadi cemburu professional.
SANGGUPKAH KITA MEMILIKI CEMBURU YANG PROFESSIONAL???
yaitu cemburu namun tetap profesional..tidak menyakiti diri sendiri.tidak kekanak - kanakan atau mencelakan Orang lain atau marah-marah tidak karuan..uring-uringan berbulan-bulan..cemberut serta negative thinking ketika cemburu meyerang kita.
Mampukah kita mengelola rasa cemburu agar menjadi cemburu yang profesional...
Misalnya ketika kita mengalami cemburu yang sangat dasyat disaat suami kita berpoligami atas dasar agama...memperluas dakwah dan menolong si papa.
Kita tetap tabah dan sabar..dan tetap beribadah serta melakukan tugas sebagai isteri dengan ikhlas secara profesional.sehingga cemburu tidak mengganggu kerja dan ibadah kita.Selain itu cemburu juga harus tetap profesional bila suami kita diharuskan untuk berdakwah kemana-mana.dan hanya menyisakan waktu sedikit saja untuk kita.Ada pepatah mengatakan bukan berbagi suami..tapi memang tidak kebagian suami...
Karena waktunya habis untuk yang lain selain kita yaitu isteri yang lain..dakwah..kerjaan dan lain sebagainya.
Ternyata hanya keimanan yang tinggilah yang mampu membuat kita memiliki kepandaian
untuk mengelola rasa cemburu.sehingga menjadi cemburu yang profesional.
Hidup bunda Aisyah...darimulah aku terinspirasi untuk memiliki cemburu yang profesional.
Walau cemburu..tetap melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik tanpa terganggu Oleh rasa cemburu itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar